Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Ranitidin

Edisi 0.2
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Ranitidin adalah obat ulkus peptikum dengan cara menghambat sekresi asam lambung.
Sinonim : ranitidine

Gambar Ranitidin

Ranitidin (tribunnews.com)



Penjelasan

Komposisi

Sediaan


  • tablet :
    o 150 mg
  • injeksi

Farmakologi

  • menghambat reseptor H2 secara selektif dan reversibel sehingga menghambat sekresi asam lambung
  • dapat mengurangi volume dan kadar ion hidrogen cairan lambung

Indikasi

Posologi

  • ulkus duodenal : dewasa 2 x 1 tablet atau 1 x 2 tablet sehari, selama 2-4 minggu, pemeliharaan 1 x 1 tablet, sebelum tidur
  • ulkus gastrik : dewasa 2 x 1 tablet sehari, selama 4-8 minggu
  • hipersekresi gastrointestinal : dewasa 2 x 1 tablet sehari atau lebih dan 2 x sesuai respon individual
  • gastritis : bila nyeri hebat maka antasida dapat dikombinasikan dengan ranitidin 2 x 150 mg sehari.
  • refluks esofagitis : dewasa 2 x 1 tablet sehari selama 4-8 minggu

Efek Samping

Kontraindikasi

Peringatan & Perhatian

  • keamanan pada wanita hamil dan menyusui belum dapat dipastikan
  • keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum mantap
  • pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya tukak tetapi tidak mengubah jalannya penyakit sekalipun pengobatan dihentikan
  • pengobatan penunjang diberikan terutama bila kambuhnya tukak berat dan sering serta apabila pembedahan akan membahayakan penderita karena usia atau adanya penyakit yang menyertai

Interaksi Obat

  • propanthelline bromida : dapat meningkatkan bioavailabilitas ranitidin
  • rokok : dapat menurunkan khasiat ranitidin
  • midazolam, fentanil, nifedipin : dapat menghambat metabolisme ranitidin
  • antasida lokal : menurunkan absorpsi ranitidin sehingga berikan dalam jarak minum minimal 1 jam
  • antimuskarinik : dapat meningkatkan efek penekanan sekresi asam lambung tetapi mekanismenya belum pasti diketahui
  • antikoagulan oral : dapat meningkatkan atau mengurangi waktu protrombin

Referensi

  1. Anonim. 2002. Buku Saku Obat Generik. Fakultas Kedokteran Unhas Makassar. Hal. 124-125.
  2. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 28/03/22