Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Oralit

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Oralit adalah obat diare berupa kombinasi garam elektrolit untuk mencegah dan mengobati dehidrasi.
Sinonim : cairan oralit, larutan oralit

Gambar Oralit

Oralit (bukalapak.com)



Penjelasan

?

Komposisi

  • sediaan serbuk
  • serbuk 200 ml
  • serbuk 1000 ml
Oralit 200 tiap kantong mengandung :
  • kalium klorida 0,3 gr
  • natrium klorida 0,52 gr
  • trisodium sitrat dihidrat 0,58 gr
  • glukosa anhidrat 2,7 gr
  • bahan pembantu secukupnya
Oralit 1000 tiap kantong mengandung :
  • kalium klorida 1,5 gr
  • natrium klorida 3,5 gr
  • natrium bikarbonat 2,5 gr
  • glukosa anhidrat 20,0 gr

Patofisiologi

  • demam berdarah dengue : terapi komplikasi pada demam berdarah dengue
  • diare : cairan rehidrasi oral (CRO) berupa oralit yang mengandung campuran air, gula dan garam; untuk menggantikan karbohidrat, elektrolit/ion dan mineral penting lainnya yang hilang dalam tubuh.

Farmakologi

  • kombinasi garam elektrolit untuk memperbaiki atau mengembalikan keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh pada keadaan diare akut dan diare kronik serta pada keadaan kekurangan cairan dan gangguan keseimbangan elektrolit lainnya.

Indikasi

Rehidrasi Oral


Posologi

  • >12 tahun : 3 jam pertama 12 gelas dan tiap mencret 2 gelas
  • 5-12 tahun : 3 jam pertama 6 gelas dan tiap mencret 1½ gelas.
  • anak-anak 1-5 tahun : 3 jam pertama 3 gelas dan tiap mencret 1 gelas.
  • bayi <1 tahun : 3 jam pertama 1½ gelas dan tiap mencret ½ gelas.
1 gelas = 200 ml
Cara pemakaian :
  • gunakan air matang (tidak sedang mendidih), masukkan semua bubuk oralit kemudian aduk sampai benar-benar larut
  • jangan gunakan larutan oralit setelah lebih dari 24 jam
  • jika muntah, hentikan sementara, setelah 3-5 menit, berikan lagi oralit dengan sendok sedikit demi sedikit tapi sering sampai habis

Diare Dehidrasi Ringan Sedang


diare dehidrasi ringan sedangGambar Diare Dehidrasi Ringan Sedang : berikan cairan oralit 15-20 ml/kgbb/jam dalam waktu 3 jam pertama atau 75 ml/kgbb dalam 4 jam pertama atau sesuai dengan umur jika berat badan anak tidak diketahui selama pemantauan (observasi) di klinik atau rumah sakit; berikan tambahan cairan oralit jika anak menginginkannya.
muntahGambar Muntah : jika anak muntah maka tunggu selama 10 menit lalu beri larutan oralit lebih lambat (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit); beri minum lebih banyak jika anak ingin minum lebih banyak; bila anak sama sekali tidak bisa minum oralit misalnya karena muntah profus maka segera berikan cairan intravena secepatnya meskipun belum terjadi diare dehidrasi berat.
jika kelopak mata anak bengkak maka hentikan pemberian oralit; beri minum air matang atau ASI.

Diare Dehidrasi Berat


diare dehidrasi beratGambar Diare Dehidrasi Berat : pemberian ad libitum; teruskan ASI, makan dan minum selama diare, beri makanan ekstra setelah sembuh; bila keadaan memburuk atau dalam 2 hari tidak membaik segera bawa ke dokter dan oralit tetap diberikan; bila terjadi hiponatremia agar konsultasi ke dokter.
terapi rehidrasiGambar Terapi Rehidrasi : lakukan terapi rehidrasi berupa cairan infus (rehidrasi intravena) secara cepat (kecuali larutan glukosa 5% tunggal) dengan pengawasan ketat lalu berikan rehidrasi oral (oralit) segera setelah anak membaik; larutan oralit dapat diberikan pada saat mempersiapkan infus jika anak bisa minum.
infusGambar Infus : hentikan infus dan berikan cairan oralit (sekitar 5 ml/kgBB/jam) selama 3-4 jam pada bayi atau 1-2 jam pada anak lebih besar jika kondisi anak membaik walaupun masih menunjukkan tanda dehidrasi ringan; semua anak harus mulai minum larutan oralit ketika anak bisa minum tanpa kesulitan untuk memberikan basa dan kalium yang mungkin tidak cukup disediakan melalui cairan infus; hentikan oralit bila diare berhenti dan penderita segar kembali.

Kontraindikasi

Interaksi Obat

  • zinc : harus diberikan bersama oralit

Referensi

  1. Anonim. 2002. Buku Saku Obat Generik. Fakultas Kedokteran Unhas Makassar. Hal. 100-101.
  2. Anonim. Diare. Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  3. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

ARTIKEL TERBARU


Bronkitis | Asma Bronkial | Anemia | Metformin | Nifedipin | Difteri Tonsil | Difteri | Abortus Imminens | Progesteron | Metronidazole |


ARTIKEL FAVORIT


Misk Thaharah | Karbogliserin | Ekskoriasi | Vulnus Excoriatum | Krusta | Hemeralopi | Makrofag | Secondary Survey | Supurasi | Sistem Retikuloendotelial |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 5/12/21