Home Klinik Kedokteran

Dermatitis Seboroik

Edisi 0.2
Oleh : dr. Asep Subarkah, S. Ked.


Pengertian

Dermatitis seboroik adalah dermatitis kronik berupa skuama pitiriasiformis hingga papul eritematosa dengan skuama gresy dan krusta karena peningkatan produksi sebum (sebore) pada skalp dan area yang memiliki banyak kelenjar sebasea di kepala dan badan.
Sinonim : dermatitis seborea, dermatitis seborrhoeic, seborrhoeic dermatitis | Kompetensi : 04 | ICD X : L.21

Gambar Dermatitis Seboroik

Dermatitis Seboroik (merckmanuals.com)



Penjelasan

Dermatitis seboroik adalah dermatitis dapat mengenai bayi dan dewasa.
Dermatitis seboroik berupa skuama pitiriasiformis pada tahap awal (dermatitis seboroik ringan).
Dermatitis seboroik berupa papul eritematosa dengan skuama gresy dan krusta pada tahap lanjut (dermatitis seboroik berat).
Dermatitis seboroik pada skalp dan area yang memiliki banyak kelenjar sebasea karena dermatitis seboroik berhubungan erat dengan keaktifan glandula sebasea.
Dermatitis seboroik di kepala dan badan karena memiliki predileksi di daerah seborea seperti kulit kepala, wajah, dada dan punggung atas.

Penyebab

Faktor Risiko


  • genetik
  • kelelahan
  • stres emosional
  • infeksi
  • imunokompromais : defisiensi imun
  • pria lebih sering
  • bayi bulan pertama
  • usia 18-40 tahun
  • kurang tidur
  • konstitusi sebore
  • plasmodium ovale
  • kelainan neurologis

Jenis

  • dermatitis seboroik ringan
  • dermatitis seboroik sedang
  • dermatitis seboroik berat

Patofisiologi

  • dermatitis seboroik ringan memiliki lesi kulit terbatas dengan eritema ringan dan skuama sedikit (skuama pitiriasiformis).
  • dermatitis seboroik berat memiliki lesi kulit luas dengan papul eritematosa (?), skuama tebal (skuama gresy dan krusta) hingga eritroderma.
  • sering ditemukan skuama kekuningan (skuama gresy) berupa krusta yang kotor dan berbau, melekat dan menutupi seluruh bagian kepala bayi (disebut cradle cap) sebagai bentuk klinis berat pada neonatus.

Diagnosis

Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Penunjang


  • pemeriksaan penunjang : biasanya tidak diperlukan.

Penatalaksanaan

  • kasus dengan faktor konstitusi agak sukar disembuhkan sedangkan faktor predisposisi harus diatasi pasien.
  • farmakoterapi :
    o obat topikal
    o obat sistemik
    o konseling & edukasi
  • obat topikal : pilihan obat topikal berbeda pada bayi dengan anak dan orang dewasa.
  • obat sistemik : obat sistemik pada kasus dermatitis seboroik berat.

Obat Topikal


anak & dewasa : berikan shampoo selenium sulfida 1,8 atau shampoo ketokonazol 2%, zink pirition (shampo anti ketombe) atau salep preparat ter (liquor carbonis detergens) 2-5% pada lesi di kulit kepala anak atau orang dewasa sebanyak 2-3 kali seminggu selama 5-15 menit per hari.
bayiGambar Bayi : bayi diberikan topikal minyak (oleum cocos) di lokasi skuama pada malam hari kemudian segera dicuci dengan shampoo bayi; gunakan kortikosteroid lemah sampai sedang (lebih baik sediaan lotion atau solutio) pada bayi selama beberapa hari; rambut bayi harus tetap dicuci selama pengobatan.
  • berikan kortikosteroid topikal lemah sampai sedang pada lesi di badan selama maksimal 2 minggu.
  • berikan kortikosteroid kuat (misalnya betametason valerat krim 0,1%) pada inflamasi yang lebih berat; kortikosteroid kuat tidak boleh dipakai di wajah, daerah lipatan atau pada bayi.
  • bisa berikan golongan azol (misalnya ketokonazol krim 2%) pada infeksi jamur.
  • kortikosteroid (hidrokortison krim 2x/hari)
  • sulfur presipitatum 4-20%
  • resorsin 1-3%

Obat Sistemik


vitamin B complexGambar Vitamin B Complex : riboflavin mencegah gejala sakit tenggorokan, keilosis, glossitis, dermatitis seborea di muka dan seluruh badan, mencegah gejala pada mata seperti lakrimasi, gatal-gatal dan rasa panas serta mencegah dan mengatasi anemia normositik normokrom.

Konseling & Edukasi


  • memberitahukan kepada orang tua untuk menjaga kebersihan bayi dan rajin merawat kulit kepala bayi.
  • memberitahukan kepada orang tua bahwa kelainan ini umumnya muncul pada bulan-bulan pertama kehidupan dan membaik seiring perkembangan usia.
  • memberikan informasi bahwa dermatitis seboroik sukar disembuhkan tetapi dapat terkontrol dengan menjaga emosi dan psikisnya.

Kriteria Rujukan


  • tidak ada perbaikan dengan pengobatan standar selama 2 minggu.
  • pasien dengan komplikasi eritroderma.
  • dermatitis seboroik berat yang didasari suatu penyakit misalnya infeksi HIV/AIDS.

Rujukan Balik


  • pasien dirujuk kembali ke pelayanan primer bila telah mengalami remisi dan komplikasi teratasi.

Komplikasi

Prognosis

  • umumnya bonam
  • bisa kambuh berulang

Diagnosis Banding

  • kandidosis :
    o eritema berwarna merah cerah, berbatas tegas
    o lesi satelit disekitar eritema
    o lipat paha & perineal
  • otomikosis :
    o lesi di liang telinga
  • pitiriasis sika (ketombe, dandruff) : pitiriasis sika mirip dermatitis seboroik ringan dengan skuama pitiriasiformis.
  • psoriasis :
    o skuama berlapis-lapis
    o tanda auspitz
    o skuama tebal seperti mika

Referensi

  1. dr. Emmy S. Sjamsoe Daili, SpKK(K), dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K), dr. I Made Wisnu, SpKK(K). Penyakit Kulit Yang Umum Di Indonesia : Sebuah Panduan Bergambar. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2005. Hal. 24.
  2. Dr. Daeng Muhammad Faqih, SH, MH, dkk. 2016. Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non Spesialistik Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. BPJS Kesehatan. Jakarta. Hal. 42-46.

ARTIKEL TERBARU


| Apendisitis | Kocher Sign | Sitkovsky Sign | Edema Mukosa | Blumberg Sign | Multivitamin | Ruam | Ruam Sekunder | Vitamin | Tuberkulosis Primer |


ARTIKEL FAVORIT


| Eksudat Fibrinosa | Vulnus Excoriatum | Neoplasma In Situ | Meteorismus | Ekstremitas Bawah | Eksudat | Krusta | Rectal Toucher | Sistem Retikuloendotelial | Kocher Sign |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 10/04/24