Home Klinik Kedokteran

Bayi

Edisi 0.3
Oleh : dr. Asep Subarkah, S. Ked.


Pengertian

Bayi adalah anak baru lahir (usia 0 bulan) dan akan menyusui sampai usia dibawah 1 tahun.
Sinonim :

Gambar Bayi

Bayi (bp-guide.id)



Penjelasan

Bayi adalah anak baru lahir (usia 0 bulan) sampai usia 28 hari disebut neonatus.

Epidemiologi

Jenis

  • bayi kembar

Fisiologi

Tanda Vital


Makanan


  • makanan alamiah terbaik untuk bayi adalah ASI
  • ASI mengandung zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan kecerdasan sesuai kebutuhan bayi pada suhu yang tepat
  • memberi bayi ASI eksklusif merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) di rumah tangga
  • hanya ASI tanpa makanan lain yang diberikan kepada bayi sampai usia 6 bulan disebut ASI eksklusif

Patofisiologi

  • gcs
  • liang telinga : pemeriksaan liang telinga berbeda antara bayi dan orang dewasa; daun telinga bayi ditarik ke belakang bawah sedangkan daun telinga orang dewasa ditarik ke atas belakang.

Apendisitis Akut


apendisitis akutGambar Apendisitis Akut : kesulitan diagnosis kadang terjadi pada bayi, anak dan lansia karena gejala (terutama nyeri abdomen) yang tidak khas atau letak apendiks vermiformis yang terinfeksi; kesulitan diagnosis pada bayi, anak dan lansia menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan & diagnosis diketahui setelah terjadi komplikasi (terutama perforasi intestinal).
prosentase perforasi usus pada bayi 80-90% kasus.

BBLR


BBLRGambar BBLR : [penyebab] kelahiran prematur, IUGR, bayi kembar, komplikasi kehamilan, usia ibu hamil <15 tahun, malnutrisi (asam folat, protein & karbohidrat), menggunakan napza / minum alkohol atau masalah emosi selama kehamilan; BBLR karena bayi kembar akibat tidak banyak ruang dalam rahim untuk kedua janin.
paru-paruGambar Paru-Paru : [penatalaksanaan] jika bayi BBLR mengalami komplikasi seperti paru-paru belum matang atau masalah usus maka rawat di ruang perawatan intensif neonatal (NICU); bayi dibaringkan di tempat tidur yang suhunya telah diatur dan memberikan susu dengan teknik & alat khusus.
kelahiran : [penatalaksanaan] hampir seluruh bayi BBLR memerlukan perawatan di rumah sakit setelah lahir; penanganan dapat dilakukan sesuai dengan usia kehamilan, kondisi kesehatan dan respons bayi terhadap pengobatan atau prosedur tertentu.
ASIGambar ASI : [penatalaksanaan] bayi baru diperbolehkan pulang setelah komplikasi teratasi dan ibunya dapat memberikan ASI secara normal; dokter sangat menganjurkan pemberian ASI karena dapat mendukung pertumbuhan dan kenaikan berat badan bayi BBLR; jika ibunya tidak bisa memberikan ASI maka bayi dapat diberikan ASI dari donor.
komplikasiGambar Komplikasi : [penatalaksanaan] bayi BBLR yang mengalami kelahiran tanpa komplikasi dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhan seiring waktu namun kebanyakan berisiko mengalami berat badan berlebih (obesitas), dapat menderita diabetes, tekanan darah tinggi & penyakit jantung pada saat dewasa dan mengalami keterlambatan perkembangan mental.

Dermatitis Seboroik


dermatitis seboroikGambar Dermatitis Seboroik : bayi bulan pertama (neonatus) berisiko dermatitis seboroik; sering ditemukan skuama kekuningan (skuama gresy) berupa krusta yang kotor dan berbau, melekat dan menutupi seluruh bagian kepala bayi (disebut cradle cap) sebagai bentuk klinis berat pada neonatus.
skuamaGambar Skuama : [penatalaksanaan] pilihan obat topikal berbeda pada bayi dengan anak dan orang dewasa; bayi diberikan topikal minyak (oleum cocos) di lokasi skuama pada malam hari kemudian segera dicuci dengan shampoo bayi; gunakan kortikosteroid lemah sampai sedang (lebih baik sediaan lotion atau solutio) pada bayi selama beberapa hari.
wajahGambar Wajah : kortikosteroid kuat tidak boleh dipakai di wajah, daerah lipatan atau pada bayi; memberitahukan kepada orang tua untuk menjaga kebersihan bayi dan rajin merawat kulit kepala bayi; rambut bayi harus tetap dicuci selama pengobatan; [komplikasi] lesi dermatitis seboroik dapat meluas menjadi eritroderma dan penyakit leiner pada bayi dan anak.

Diare Dehidrasi Berat


diare dehidrasi beratGambar Diare Dehidrasi Berat : [penatalaksanaan] diet susu formula bebas laktosa hanya untuk bayi yang mengalami diare dehidrasi berat, secara klinis memperlihatkan intoleransi laktosa berat dan diare bertambah berat saat diberikan susu; dapat diberikan selama 1 minggu.
infusGambar Infus : hentikan infus dan berikan cairan oralit (sekitar 5 ml/kgBB/jam) selama 3-4 jam pada bayi atau 1-2 jam pada anak lebih besar jika kondisi anak membaik walaupun masih menunjukkan tanda dehidrasi ringan; semua anak harus mulai minum larutan oralit ketika anak bisa minum tanpa kesulitan untuk memberikan basa dan kalium yang mungkin tidak cukup disediakan melalui cairan infus.
diet susu formula bebas laktosa hanya untuk bayi yang mengalami diare dehidrasi berat, secara klinis memperlihatkan intoleransi laktosa berat dan diare bertambah berat saat diberikan susu; dapat diberikan selama 1 minggu.

Kejang Demam


kejang demamGambar Kejang Demam : biasanya terjadi pada bayi usia 6 bulan hingga anak usia 5 tahun (2-4% kasus); jarang pada bayi usia dibawah 6 bulan atau anak usia diatas 3 tahun; bila bayi kurang 6 bulan atau anak lebih 5 tahun mengalami kejang yang didahului demam maka ada kemungkinan terjadi infeksi sistem saraf pusat atau epilepsi yang kebetulan bersama demam.

Penyakit Lain


  • anemia : [diagnosis] nafsu makan menurun (anoreksia) terutama pada anak-anak dan bayi.
  • demam berdarah dengue
  • diare : bayi lebih mudah & lebih berbahaya jika mengalami dehidrasi daripada anak lebih besar & dewasa.
  • diare dehidrasi ringan sedang : dosis zinc 10 mg/hari untuk bayi dibawah umur 6 bulan dan 20 mg/hari untuk bayi diatas umur 6 bulan sampai anak.
  • distres pernapasan : biarkan bayi yang masih sadar berada dipangkuan orang tuanya dalam posisi nyaman pada penatalaksanaan distres pernapasan.
  • gagal napas akut : penyakit gawat darurat pada bayi.
  • glaukoma : pada bayi mata berkabut
  • HIV : [diagnosis] infeksi jamur yaitu kriptokokus ekstrapulmoner termasuk meningitis sebagai salah satu penyakit yang timbul pada HIV stadium 4 klinis bayi & anak.
  • kandidiasis kutis kongenital : bayi baru lahir dapat terinfeksi kandidiasis kutis kongenital melalui penularan kandidiasis vulvovaginitis ibunya.
  • meningitis : manifestasi klinis meningitis pada bayi seperti tidak aktif (lemah, diam), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.
  • pertusis : bayi dengan pertusis dapat menimbulkan keadaan yang sangat serius
  • xeroftalmia : [penyebab] bayi tidak diberikan ASI eksklusif.

Farmakologi

Imunisasi


Obat Bayi


fenobarbitalGambar Fenobarbital : sedatif usia 0-3 bulan 5 mg sekali atau 15-20 mg sehari, usia 3-7 bulan 7,5 mg sekali atau 22,5-30 mg sehari, usia 7-12 bulan 10 mg sekali atau 30-40 mg sehari; antikonvulsi usia 0-6 bulan 15 mg sekali & maksimal 200 mg sehari, usia 6-12 bulan 20 mg sekali & maksimal 200 mg sehari.
paracetamolGambar Paracetamol : 3-4 x 1/8 tablet per hari (60 mg/kali); usia 0-3 bulan 3-5 x 1,25 ml sirup (¼ sendok teh) per hari, usia 4-11 bulan 3-5 x 2,5 ml sirup (½ sendok teh) per hari, usia 12-23 bulan 3-5 x 3,75 ml sirup (¾ sendok teh) per hari; usia 3-9 bulan 4-5 x 0,8 ml drop per hari, usia 10-24 bulan 4-5 x 1,2 ml drop per hari.
  • cefotaxime
  • cotrimoxazole : bayi 2-12 bulan 2 x ¼ tablet sehari atau bayi 2-6 bulan 2 x 2,5 ml sirup sehari.
  • diazepam : bayi sampai 1 tahun 1 x 1 mg/kgbb sehari 4 mg/kgbb.
  • diphenhydramine
  • domperidon : hati-hati pada wanita hamil (obat kategori C) dan menyusui (obat dapat terserap ke dalam ASI), bayi 1 tahun atau kurang.
  • fitomenadion : bayi baru lahir 1 mg & bayi premature 0,5 mg; injeksi intramuskular.
  • kloramfenikol : usia >2 minggu 50 mg/kgbb/hari terbagi dalam 3-4 dosis; bayi aterm usia <2 minggu 25 mg/kgbb/hari terbagi dalam 4 dosis; bayi prematur 25 mg/kgbb/hari terbagi dalam 2-3 dosis.
  • kotrimoksazol
  • oralit : 3 jam pertama 1½ gelas (300 ml) dan tiap mencret ½ gelas (100 ml).
  • piridoksin
  • suppositoria rektal : didorong dengan ujung jari sampai melewati otot sfingter rektal kira-kira 1 inchi pada bayi.

Kesehatan

Pencegahan Primer


Pencegahan Sekunder


  • anemia : skrining pada ibu hamil, bayi dan anak usia sekolah.
  • asma bronkial : untuk mencegah sensitisasi pada bayi dengan orang tua penyandang asma; hindari pajanan asap rokok dan polutan lain selama kehamilan dan masa perkembangan bayi atau anak.
  • diare : cegah diare dengan bayi buang tinja di jamban & ASI.
  • cuci tangan : setelah menceboki bayi.

Penyakit

Obat

Referensi

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline Versi 1.5
  2. dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM. Batasan Usia Anak dan Pembagian Kelompok Umur Anak. 2017. www.infodokterku.com. Akses 12 Maret 2018.
  3. Abdul Latief, dr., Sp.A (K), Antonius H. Pudjiadi, dr. Sp.A (K), Christoffel DPL Tobing, dr. Sp.OG, KFM, dkk. 2006. Kegawatdaruratan Anak dalam Seri PPDG : Penanggulangan Penderita Gawat Darurat / General Emergency Life Support (GELS), Materi Teknis Medis Khusus. Cetakan Ketiga. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Hal. 5.

ARTIKEL TERBARU


| Apendisitis | Kocher Sign | Sitkovsky Sign | Edema Mukosa | Blumberg Sign | Multivitamin | Ruam | Ruam Sekunder | Vitamin | Tuberkulosis Primer |


ARTIKEL FAVORIT


| Eksudat Fibrinosa | Vulnus Excoriatum | Neoplasma In Situ | Meteorismus | Ekstremitas Bawah | Eksudat | Krusta | Rectal Toucher | Sistem Retikuloendotelial | Kocher Sign |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 29/03/24