Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Xeroftalmia

Edisi 0.2
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Xeroftalmia adalah penyakit mata berupa kekeringan konjungtiva dan kornea karena kekurangan vitamin A.

Sinonim : keratitis xerotik, keratomalasia, mata kering | Kompetensi : 04 | Laporan Penyakit : 1005 | ICD X : H.00-H.01

Gambar Xeroftalmia

Xeroftalmia (shefalitayal.com)



Penjelasan

Xeroftalmia karena kekurangan vitamin A sebagai kelainan sistemik sehingga mempengaruhi epitel dari semua organ tubuh termasuk mata dan kulit.

Epidemiologi

Penyebab

  • konsumsi makanan yang kurang mengandung vitamin A atau pro vitamin A dalam jangka waktu lama
  • bayi tidak diberikan ASI eksklusif.
  • menu tidak seimbang dimana makanan kurang mengandung lemak, protein, seng (Zn), dan lain-lain yang diperlukan untuk menyerap vitamin A dan menggunakannya dalam tubuh
  • gangguan penyerapan vitamin A atau pro vitamin A sehingga kebutuhan vitamin A meningkat seperti pada penyakit pankreas, diare kronik, kurang energi protein dan lain-lain
  • kerusakan hati menyebabkan gangguan pembentukan retinol binding protein (RBP) dan pre albumin yang penting untuk menyerap vitamin A misalnya pada kwashiorkor dan hepatitis kronik
  • infeksi pada anak misalnya gastroenteritis, diare atau campak.

Xeroftalmia Karena Obat


  • obat glaukoma

Patofisiologi

  • hemeralopi : [penyebab] obat glaukoma dapat menyempitkan pupil sehingga mata sulit menangkap sinar dan dapat menyebabkan keratomalasia.

Diagnosis

Gejala klinis kurang vitamin A pada mata akan timbul bila kekurangan tersebut telah berlangsung lama. Gejala akan timbul lebih cepat pada anak yang menderita penyakit campak, diare, ISPA, dan penyakit infeksi lainnya.

Gejala Xeroftalmia


  • gejala reversibel
  • gejala ireversibel

Gejala Reversibel


Gejala Ireversibel


Penatalaksanaan

  • berikan vitamin A 200.000 IU oral atau 100.000 IU injeksi
  • hari berikutnya, berikan vitamin A 200.000 IU oral
  • 1-2 minggu berikutnya, berikan vitamin A 200.000 IU oral
  • obati penyakit infeksi yang menyertainya
  • obati kelainan mata bila ada
  • perbaiki status gizi

Referensi

  1. Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Gizi Masyarakat. 2003. Deteksi Dan Tatalaksana Kasus Xeroftalmia : Pedoman Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta : Departemen Kesehatan. Hal. 1-38
  2. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 244-245.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z


Update 28/07/21