Home Klinik Kedokteran

Epinephrine

Edisi 0.4
Oleh : dr. Asep Subarkah, S. Ked.


Pengertian

Epinephrine adalah obat syok kardiogenik dan obat gawat darurat yang bekerja cepat dan singkat sebagai vasokonstriktor pembuluh darah perifer dan vasodilator pembuluh darah jantung, otot lurik serta bronkhus; hormon stres yang dihasilkan kelenjar adrenal dan dikeluarkan oleh saraf simpatis.
Sinonim : adrenalin, epinefrin

Gambar Epinephrine

Epinephrine (informasi-obat.blogspot.com)



Penjelasan

Epinephrine dikeluarkan oleh saraf simpatik saat mengalami rangsangan misalnya oleh stres individu kemudian epinephrine menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme.

Komposisi

Sediaan obat :
  • ampul
    o 0,01%
    o 0,1%
Kombinasi injeksi 2 ml untuk anestetik lokal gigi :

Indikasi

Farmakologi

Posologi

reaksi anafilaktik atau syok anafilaktikGambar Syok Anafilaktik : 0,3-0,5 mg subkutan & dapat diulang setiap 15-20 menit; 10 mikrogram/kgbb/IM; jika terdengar suara mengi maka nebulasi dengan adrenalin 5 ml (adrenalin 1:1000); jika suara mengi masih terdengar maka nebulasi dengan salbutamol (5 mg/15 menit); bila perlu, pertimbangkan pemberian kortikosteroid IV, aminofilin IV.
  • henti jantung : 1 mg intravena bolus; dapat diulang setiap 3-5 menit; intratrakeal atau transtrakeal 2-2,5 dosis intravena
  • bradikardi & hipotensi : 1 mg perinfus (1 mg = 1 : 1000) dilarutkan dalam 500 cc NaCl 0,9%; dosis dewasa 1 µg/mnt dititrasi sampai menimbulkan reaksi hemodinamik; dosis dapat mencapai 2-10 µg/mnt
  • asma bronkial : 0,2-0,3 mg subkutan; dapat diulang setiap 10-15 menit
  • anak-anak : 0,01 mg/kgbb intravena; dapat diulang setiap 3-5 menit (1:1000).

Interaksi Obat

glimepirideGambar Glimepiride : hiperglikemia & perlemahan efek penurunan kadar glukosa darah dapat terjadi bila glimepiride berinteraksi dengan acetazolamide, barbiturat, kortikosteroid, diazoxide, diuretik, adrenalin & obat simpatomimetik lainnya, glukagon, pencahar, asam nikotinat (dosis tinggi), estrogen, progesteron, phenothiazine, phenytoin, rifampicin, hormon tiroid.

Referensi

  1. Anonim. 2009. Obat Gawat Darurat (Drugs Management). dokter-medis.blogspot.co.id
  2. dr. Aminullah. Penggunaan Obat Live Saving di UGD. slideshare.net
  3. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.
  4. Abdul Latief, dr., Sp.A (K), Gulardi Wiknjosastro, dr. Sp.OG, KFM, Prof., Guntur Bambang Hamurwono, H. dr., Sp.M., Idrus Paturusi, dr. Sp.BO, FICS, DR, Prof., dkk. 2006. Seri PPDG : Penanggulangan Penderita Gawat Darurat / General Emergency Life Support (GELS), Materi Teknis Medis Khusus. Cetakan Ketiga. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Hal. 15.

ARTIKEL TERBARU


| Apendisitis | Kocher Sign | Sitkovsky Sign | Edema Mukosa | Blumberg Sign | Multivitamin | Ruam | Ruam Sekunder | Vitamin | Tuberkulosis Primer |


ARTIKEL FAVORIT


| Eksudat Fibrinosa | Vulnus Excoriatum | Neoplasma In Situ | Meteorismus | Ekstremitas Bawah | Eksudat | Krusta | Rectal Toucher | Sistem Retikuloendotelial | Kocher Sign |


SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 30/03/22