Google  Yahoo  MSN

Home Klinik Kedokteran

Anemia

Edisi 0.5
Oleh : dr. Asep Subarkah


Pengertian

Anemia adalah suatu tanda dan penyakit berupa berkurangnya jumlah hemoglobin, hematokrit atau sel darah merah karena produksi darah tidak cukup, kehilangan darah berlebihan dan/atau perusakan darah berlebihan dengan keluhan utama pucat, letih, lesu atau pusing.
Sinonim : kurang darah | Kompetensi : 04 | Laporan Penyakit : 0054 | ICD X : D.50, D.64.80 anemia unspecified

Gambar Anemia

Anemia (herbalitas.blogspot.com)



Penjelasan

Anemia berupa berkurangnya jumlah hemoglobinGambar Hemoglobin yaitu < 8 gr/dl atau < 13 gr/dl pada laki-laki, < 12 gr/dl pada wanita, < 11 gr/dl pada wanita hamil. Berkurangnya jumlah hemoglobin menyebabkan kekurangan oksigen yang masuk ke dalam otak sehingga terjadi kesadaran menurun.
Anemia karena produksi darah tidak cukup misalnya akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk berbagai sel darah.
Anemia karena kehilangan darah berlebihan misalnya pada perdarahan (perdarahan akut & perdarahan kronik).

Penyebab

Faktor etiologi


  • produksi darah tidak cukup
  • kehilangan darah berlebihan
  • perusakan darah berlebihan
  • gabungan ketiganya

Faktor Predisposisi


Anemia Pada Penyakit


Anemia Karena Obat


Jenis

Berdasarkan Penyebab


Berdasarkan Berat-Ringan


Berdasarkan Morfologis


  • anemia normositik normokrom
  • anemia makrositik normokrom
  • anemia mikrositik hipokrom

Berdasarkan Perlangsungan


  • anemia akut
  • anemia kronis

Patofisiologi

  • anemia karena produksi darah tidak cukup misalnya akibat ketidakmampuan sumsum tulang membentuk berbagai sel darah.
  • anemia karena kehilangan darah berlebihan misalnya pada perdarahan (perdarahan akut dan perdarahan kronik) dan kelainan darah.
  • anemia karena kekurangan zat gizi misalnya defisiensi besi (Fe), defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12 dan defisiensi vitamin C.
  • anemia terjadi kekurangan jumlah hemoglobin lalu menyebabkan kekurangan oksigen yang masuk ke dalam otak sehingga terjadi kesadaran menurun.
  • abortus : perdarahan menyebabkan anemia dan syok hemoragik.
  • luka : anemia sebagai faktor umum yang mempengaruhi penyembuhan luka.
  • malaria ringan : pucat pada malaria ringan karena kurang darah.

Farmakologi

  • konsumsi lama terhadap kortikosteroid, NSAID dan obat pengencer darah dapat menyebabkan anemia.
  • captopril : [efek samping] netropenia, agranulositosis, anemia, trombositopenia, pansitopenia.
  • ciprofloxacin : [efek samping] efek terhadap darah seperti eosinofil, leukositosis dan anemia.
  • furosemide : [efek samping] reaksi hematologi seperti trombositopenia, anemia hemolitik, leukopenia dan anemia.

Diagnosis

Anamnesis


  • mudah lelah
  • tangan dan kaki terasa dingin.
  • kulit pucat
  • sesak napas
  • jantung berdebar (palpitasi)
  • sindrom anemia (Hb < 7g/dl)
    o malaise
    o tinnitus
    o penglihatan berkunang-kunang
    o kaki terasa dingin
    o dyspnea
    o dispepsia
  • pusing dan/atau rasa berputar
  • sakit kepala
  • mata, kulit dan mulut kuning (jaundice).
  • kulit dan rambut kering.
  • rasa makanan yang aneh.
  • kuku mudah patah.
  • anoreksia : nafsu makan menurun (anoreksia) terutama pada anak-anak dan bayi.
  • pembengkakan pada lidah atau terasa sakit
  • nyeri dada (chest pain)
  • parestesia : kesemutan (parestesia) pada kaki.
  • luka terbuka di ujung mulut.
  • rambut : rambut mudah patah atau rontok.
  • tungkai yang bergerak tidak terkontrol saat berbaring atau tidur (restless leg syndrome).
  • disfagia
  • konsentrasi menurun

Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Penunjang


  • pemeriksaan darah lengkap :
    o Hb < 11 gr/dl
    o Ht < 30%
    o trombosit : trombosit tinggi atau rendah
    o MCV & MCH tinggi, normal atau rendah
    o ferritin tinggi atau rendah
  • morfologi darah tepi :
    o normositik normokrom
    o makrositik normokrom
    o mikrositik hipokrom
  • pemeriksaan radiologi :
    o foto thoraks
    o kardiomegali
  • pemeriksaan feses lengkap :
    o infestasi cacing
  • pemeriksaan laboratorium :
    o screening test
    o CBC (Complete Blood Count) / Automatic Hematologic Analyzer

MCV & MCH


  • MCV & MCH normal : anemia hemoragik
  • MCV & MCH rendah : anemia defisiensi besi
  • MCV & MCH tinggi : anemia defisiensi asam folat atau vitamin B12
  • MCV < 80 : anemia mikrositik
  • MCV 80-100 : anemia normositik
  • MCV > 100 : anemia makrositik

Screening Test


  • kadar hemoglobin turun yaitu < 13 gr/dl pada laki-laki, < 12 gr/dl pada wanita, < 11 gr/dl pada wanita hamil.
  • indeks eritrosit (hematokrit turun)
  • hapus darah tepi

CBC (Complete Blood Count) / Automatic Hematologic Analyzer


Pemeriksaan Tambahan


Status Pasien

Pemeriksaan Anemia


Keadaan Umum


Tanda Vital


Pemeriksaan Fisik


1. kepala-leher :
  • anemia defisiensi besi : atrofi papil lidah, stomatitis angularis
  • anemia megaloblastik : glositis, gangguan neurologik (defisiensi vitamin B12)
  • anemia hemolitik : sklera ikterus
2. toraks :
  • auskultasi paru : dyspnea
3. abdomen :
4. ekstremitas :

Penatalaksanaan

Terapi Umum


  • istirahat
  • diet
  • medikamentosa
  • monitoring pengobatan

Diet


  • disesuaikan dengan penyebabnya
  • serat
  • bila penyebab anemia tidak diketahui maka diberikan saja makanan bergizi dan mengandung cukup Fe (ekstrak hati)

Medikamentosa


vitamin B complexGambar Vitamin B Complex : riboflavin mencegah gejala sakit tenggorokan, keilosis, glossitis, dermatitis seborea di muka dan seluruh badan, mencegah gejala pada mata seperti lakrimasi, gatal-gatal dan rasa panas serta mencegah dan mengatasi anemia normositik normokrom.
  • cairan infus NaCl 0,9% untuk menaikkan tekanan darah jika terdapat satu atau lebih kondisi seperti :
    o perdarahan aktif
    o ikterus
    o gangguan hemodinamik : hemodinamik tidak stabil
    o kesadaran menurun
    o hemoglobin kurang dari 8 g/dl
  • vitamin B6 : mencegah & mengobati defisiensi vitamin B6 dan sebagai anti anemia defisiensi vitamin B6 seperti anemia mikrositik hipokrom dan anemia megaloblastik.
  • vitamin B12 : mencegah & mengobati defisiensi vitamin B12 dan sebagai anti anemia defisiensi vitamin B12 seperti anemia pernisiosa dan anemia megaloblastik.
  • ferro sulfat :
    o indikasi anemia mikrositik & anemia defisiensi besi
    o dosis 3 x 10 mg/kgbb/hari atau 3 x 200 mg
    o lama 1-3 bulan
    o minum obat saat sedang makan
  • vitamin B12 & asam folat :
    o indikasi anemia makrositik
    o dosis vitamin B12 1 x 1.000 mcg
    o dosis asam folat 1-2 x 1 mg
    o lama 1 bulan
    o absorbsi maksimal saat lambung kosong.
    o asam folat sebagai terapi penunjang
  • letargi karena anemia : obat penambah darah
  • anemia berat dan akut atau hemoglobin rendah (< 7 gr%) sebaiknya diberi transfusi darah
  • BAB berdarah : tujuan pengobatan untuk mengatasi kekurangan darah atau anemia, menghentikan perdarahan dan mencegah perdarahan kembali terjadi.

Monitoring Pengobatan


  • kontrol anemia dengan melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

Komplikasi

Prognosis

Diagnosis Banding

  • leukemia : leukemia terjadi kelainan leukosit dengan gejala perdarahan yang tidak lazim seperti seringkali mimisan, gusi bengkak dan berdarah, gampang memar sedangkan anemia tidak terjadi.
  • thalassemia : wajah facies cooley dan splenomegali.
  • hipoglikemia : hipoglikemia terasa haus dan lapar, hasil pemeriksaan glukosa darah menurun sedangkan anemia tidak.

Pencegahan

Pencegahan Primer


  • konsultasi gizi untuk menerapkan pola makan yang sehat.
  • konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, vitamin C dan vitamin B12.
  • hindari pemberian zat besi bersamaan dengan kopi, teh, susu, minuman ringan yang mengandung karbonat dan multivitamin yang mengandung fosfat dan kalium.

Penyakit

Referensi

  1. Prof. DR. Dr. A. Halim Mubin, SpPD, MSc, KPTI. 2008. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam : Diagnosis dan Terapi. Edisi 2. Jakarta : EGC. Hal. 521-522.
  2. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas. Hal. 14-15.
  3. Adinda Devi Martina. Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Status Nutrisi dengan Kejadian Anemia pada Pasien Tuberkulosis. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2012.
  4. Dwi Yuda Herdanto, Surendra Prabhawa. 2009. 20 Penyakit Umum di Indonesia. www.yudaherdanto.com. Hal. ?
  5. Dr. Daeng Muhammad Faqih, SH, MH, dkk. 2016. Panduan Tatalaksana 20 Kasus Non Spesialistik Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. BPJS Kesehatan. Jakarta. Hal. 1-5.

ARTIKEL TERBARU



ARTIKEL FAVORIT



SPONSOR



A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Update 4/06/22